“Demikianlah Allah menjadikan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (Q.S. Al Mudatsir 31).
Search This Blog
Wednesday, May 18, 2022
Pikiran SUAMI
Monday, May 16, 2022
Jadi OrangTua itu Rumit!
Wednesday, April 6, 2022
Booster ASI perlu kah?
Booster asi adalah segala kelengkapan yang diperlukan untuk memaksimalkan produksi asi bagi ibu menyusui. Bisa berupa makanan yang bergizi maupun pelengkap seperti susu maupun camilan penunjang asi. Ibu menyusui tentu tak asing dengan segala alat tempur demi menghasilkan asi yang berkualitas dengan kuantitas tinggi atau minimal cukup untuk si bayi. Meski tidak semua ibu merasa dirinya membutuhkan booster untuk menghasilkan asi yang melimpah atau cukup untuk bayinya, tapi sebagian lain merasa perlu. Tidak ada yang salah maupun lebih baik. Keduanya disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan ibu dan bayi.
Saya termasuk yang perlu mengkonsumsi booster asi. Bahkan untuk memaksimalkan usaha menghasilkan asi yang cukup, saya perlu pumping agar asi terus berproduksi. Bagi saya, booster asi tidak hanya untuk mendukung produksi asi, tapi juga membuat ibu lebih percaya diri. Selain mengkonsumsi makanan sehat seperti biasanya, booster asi membuat rasa percaya diri ibu meningkat sehingga yakin bahwa kebutuhan gizi bayinya tercukupi dengan baik.
Saya mencoba beragam jenis booster asi, mulai dari kapsul pelancar asi, susu almond, teh pelancar asi, sampai cookies almond. Selama 2 bulan penuh saya mengkonsumsi aneka booster asi, hingga di bulan ketiga frekuensinya mulai saya kurangi. Alhamdulillah asi lancar dan bayi sehat.
Qadarullah asip justru berguna saat si bayi di usia 3 minggu harus opname untuk terapi sinar karena birilubin yang sangat tinggi. Selama 3 hari penuh saya selalu pompa dan kirim asi ke rs. Selama opname, saya gak berani nengok, takut sedih karena tak boleh membawa bayi pulang yang bisa saja akibatnya mempengaruhi kualitas dan kuantitas asi. Alhamdulillah si bayi pulang setelah 3 hari opname dengan BB naik selama sebulan pertama melebihi batas standar kenaikan bayi pada umumnya.
Asip juga berguna saat saya tiba-tiba sakit demam tinggi, walau bayi tak ikut sakit Qadarullah tak bisa dbf dan akhirnya stock asip bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan asi bayi. Alhamdulillah selalu ada jalan untuk mengahbiskan asip, meski saat ini stock masih banyak, saya percaya akan selalu ada jalan.
Drama ibu menyusui itu banyak ya, tak semudah mengeluarkan PD dan menyodorkannya pada bayi. Ibu menyusui butuh dukungan banyak pihak demi bahagia menyusui. Lagi lagi kesehatan mental ibu menyusui penting untuk menjaga produksi asi agar tetap aman. Belum lagi masa pemulihan pasca melahirkan cukup menguras tenaga ditambah kelelahan fisik mengurus semua keperluan bayi lainnya. Rasanya apresiasi setinggi apapun tak akan cukup untuk membayar jasa seorang ibu.
happy breastfeeding Moms!
Monday, March 21, 2022
BAHAGIA versi ISTRI
Istri yang bahagia adalah istri yang penuh limpahan kasih sayang & perhatian dari suaminya. baik berupa materil maupun non materil. Begitu juga sebaliknya, istri yang sedih, muram, dan mudah marah adalah istri yang banyak menerima keacuhan dan ketidakpedulian dari suaminya.
Seorang perempuan yang sudah menjadi istri, akan dengan tidak disadari menggantungkan rasa bahagia pada suaminya. meskipun ia bisa bahagia dengan banyak hal selain itu, tapi tetap kebahagian yang hakiki terletak pada diri sang suami. bahkan mood booster yang paling ampuh bisa datang dari suami.
Mungkin berbeda dengan suami yang bisa bahagia bukan karena istrinya. suami bisa bahagia bila berolahraga, menyalurkan hobi, bermain game online, atau touring keliling kota.
walaupun tidak menyetarakan semua suami bisa bahagia dengan berbagai macam kegiatan, tapi mungkin ada juga suami yang bisa lebih bahagia karena istrinya. Jadi, bahagiakanlah istrimu maka suami pun akan turut berbahagia. Sebab kebahagiaan istri itu sifatnya menular dan menyebar. Kebahagiaan istri mampu membuat suasana rumah menjadi teduh, mampu memberi energi positif bagi anak-anak, dan lingkungan sekitar.
Saturday, March 5, 2022
behind Story Lahiran Baby Number 3
Malam hari setelah kontrol ke dokter Obgyn sekaligus cek lab persiapan opname besok, akhirnya saya mulai sounding ke anak-anak bahwa besok adalah waktunya bunda melahirkan adek. Kami sudah sepakat mengenai tempat menginap anak-anak sesuai dengan keinginan mereka, yaitu di rumah sepupunya. Malam itu juga entah kenapa anak-anak melow, tapi kelihatan berusaha tegar sembari menguatkan diri dengan berdoa. Ya, mendoakan bunda juga adek bayi semoga sehat, selamat, lancar proses melahirkanny dan segera pulang kembali ke rumah.
Malam pertama Bunda di rumah sakit berjalan aman, anak-anak merasa nyaman tanpa mengeluh apapun. Drama dimulai keesokan hari, saat sepupunya harus ke Balikpapan karena ada acara, anak-anak ingin ikut. Tapi dengan diberikan pengertian dan penjelasan oleh Ayahnya, akhirnya mereka tidak ikut. Malam berikutnya anak-anak di rumah Eyang. anak-anak sengaja kami beri Handphone untuk saling berkomunikasi. Sekitar pukul 22:00 malam, Khamasa mengirim whatsup, mengatakan bahwa dia kangen, ingin video call. Duh bapernya Bunda saat itu, baru baca wa-nya aja mewek. Tapi karena anak-anak mau VC, bunda tahan tangis dan berusaha tegar.
Awal video call, kami bersikap biasa saja, ngobrol saling tanya kegiatan hari ini apa saja yang sudah dilakukan. Lama kelamaan semakin melow, anak-anak mulai nangis menahan rindu, karena bunda gak kuat lihatnya, terpaksa VC dilanjutkan oleh ayahnya. Ayah berusaha menguatkan anak-anak untuk sabar, InsyaAllah sebentar lagi kita pulang, mengingatkan anak-anak sholat dan berdoa agar Bunda dan adek bayi boleh segera pulang. Setelah itu VC ditutup dalam keadaan anak-anak sudah lebih tenang.
Keadaan yang ditujukkan anak-anak itulah yang pada akhirnya menguatkan Bunda untuk segera bisa berdiri dan ke kamar mandi sendiri tanpa bantuan. Sekuat tenaga esok harinya saya belajar dengan menahan sakit. Bayangan wajah anak-anak semalam membuat saya berhasil pada hari itu juga turun dari tempat tidur, berlatih berjalan, sekaligus buang air ke kamar mandi. Alhamdulillah sore hari saat dokter visit saya sudah boleh pulang.
Ternyata setelah di rumah, Khamasa cerita bahwa malam itu saat mau tidur dia nangis, tapi diam-diam supaya gak ada yang lihat. Dia nangis karena kangen, padahal saat video call saya pikir dia tegar karena memang gak nangis seperti Kaysa.
Sebagai seorang ibu, anak-anak adalah dunia-nya, hati-nya, kebahagiaannya yang tak bisa dibandingkan atau bahkan ditukar dengan apapun. Kebersamaan yang saya bangun untuk mengusahakan selalu berkegiatan ataupun melakukan perjalanan bersama semata untuk menghangatkan keluarga kecil ini sebagaimana yang pernah saya rasakan saat kecil dulu hingga dewasa bahkan hingga saat ini meski sudah tak seintens dulu karena masing-masing memiliki keluarga.
Tuesday, March 1, 2022
Pengalaman SC ke 3 yang diRencanakan Part 2
Saat di ruang observasi, perlahan efek anestesi mulai menghilang perlahan tapi pasti. Kesakitan baru saja dimulai. Maklum karena saya masih sesar konvensional bukan metode eracs. Entah berapa suhu ruangan itu, saya hanya merasa sangat dingin, perih sekali di area sayatan secar itu. Sekuat tenaga mencoba menahan rasa sakit yang sebenarnya semakin bertambah dari waktu ke waktu. Hingga tiba saat saya hendak dikembalikan ke ruang perawatan, tentu ada perawat di ruang operasi yang mempersiapkan saya sembari membawa berkas.
saya : "Kok sakit banget ya suster?"
Perawat : "Iya ga apa-apa Bu wajar anestesinya sudah mulai hilang",
Saya : Memang ga apa-apa ya?" (dalam hati saya ini sakit banget loh sampai gigi bergemeletuk gemetaran nahan sakit dan dingin).
Perawat : "Iya ga apa-apa"
Saya cuma bisa diam kembali berusaha menahan sakit, selesai proses transfer, saya dibersihkan dan berganti pakaian dulu sebelum kembali ke ruang perawatan. Saat itulah saya kembali bertanya pada perawat ruangan. Jawabannya sama, rasa sakit itu wajar dan gak masalah. Sesampainya di kamar perawatan, ternyata suami lagi pulang ke rumah untuk mengambil pakaian kerja untuk esok hari.
Setibanya suami kembali saya mengungkapkan bahwa saya kesakitan di area jahitan. Entah saya lupa berapa kali suami bolak balik tanya ke perawat menyampaikan keluhan saya. Tapi suami kembali selalu dengan jawaban yang sama, ga apa-apa nanti ada waktunya dikasih obat pereda nyeri. Baillah, lago-lagi saya hanya bisa menahan sakit yang semakin tak terkira.
Jujur saya merasa selama ini adalah orang yang mampu menahan sakit bukan penakut. Namun, kala itu jika saya bisa gambarkan rasanya seperti tubuh ini terpisah dengan bagian kaki. Karena area jahitan di perut dan kaki belum sepenuhnya bisa bergerak karena anestesi yang belum sepenuhnya hilang. saya sampai ingin nangis tapi saya tahan, tapi ada sekali keluar air mata karena ga tahan rasanya. Saya juga bilang demikian ke suami dan dia hanya menguatkan. Jujur saya sampai sulit untuk bisa istirahat apalagi tidur karena rasa sakit yang cukup menganggu.
Sekitar beberapa jam setelahnya, barulah ada perawat yang memberikan suntikan anti nyeri melalui infus sembari berkata bahwa di dalam cairan infus itu juga sebenarnya sudah ada obat anti nyerinya. Dalam hati saya cuma bisa bilang 'tapi saya ga tahan sakitnya dan tiap orang level rasa sakit itu bisa berbeda-beda'. Alhamdulillah obatnya bekerja, perlahan mulai sedikit berkurang rasa sakitnya dan saya usahakan untuk bisa tidur malam itu.
Keesokan paginya kaki sudah mulai bisa sedikit bergerak dan beberapa kali saya ditanya apakah masih sakit sekali, saya cuma bisa jawab iya. Saya lupa setiap berapa jam ada perawat yang visit untuk cek tekanan darah. Kalau saya tidak salah ingat ada salah satu perawat yang bilang kalau masih sakit banget coba nanti sampaikan sendiri ke dokter saat visit sore, karena spengetahuan perawat tersebut ada obat anti nyeri yang tidak tercover bpjs tapi cukup ampuh untuk nyeri, obatnya dimasukkan melalui lubang (maaf) anus.
Saya senang banget waktu dokter visit, karena bisa menyampaikan keluhan sekaligus diberikan solusinya dan saat itu juga dikerjakan. Alhamdulillah setelah diberikan obat itu, rasa sakitnya sangat berkurang. Saya mulai bisa belajar bangun untuk duduk tanpa bantuan. Keesokan harinya saya belajar untuk turun dari tempat tidur, berdiri perlahan kemudian berjalan ke kamar mandi.
Total di rumah sakit cuma 3 hari. Yap, hari pertama masuk siang hari ldan angsung operasi sekitar jam 6 sore, pemulihan 2 hari. Tepat di hari ke 3 saat dokter visit sore hari, saya sudah bisa pulang. Menjelang maghrib saya pun pulang dengan jalan yang masih perlahan.
Pengalaman sesar ketiga cukup berat dan traumatis buat saya. Dulu SC pertama saya cukup kuat, begitupun sesar kedua saya lebih kuat bahkan berencana punya anak lagi setelah 5 tahun dan ternyata Allah SWT kabulkan. Tapi setelah mengalami SC yang ketiga, saya takut dan jujur tidak punya keinginan menambah anak baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang. InsyaAllah cukup 3, hehe.
welcome to the world my baby number 3 KHANSA AZKIARA . . .
-selesai-
Monday, February 28, 2022
Pengalaman SC ke 3 yang diRencanakan Part 1
Sepekan menjelang akhir tahun waktunya cek up ke dokter sekaligus menentukan tanggal lahiran. Hasilnya, dokter menyarankan cek up terakhir di tanggal 5 Januari dan kemungkinan untuk SC di tanggal 6 Januari.
Selama sepekan itu kepikiran untuk dimajukan jadwal cek up terakhir sekaligus SC nya kalau bisa di tanggal 4 aja. Kenapa? Jadi, Qadarullah saya, suami, dan anak kedua lahir ditanggal 30. Kakak (anak pertama) selalu tanya kenapa gak ada yang sama seperti dia lahir di tanggal 4 (di keluarga inti kita). Dengan pertimbangan mau bikin kakaknya happy, akhirnya diputuskan untuk SC tanggal 4 Januari.
Oke, kita sepakat cek up di tanggal 3 januari. Saat cek up saya tanya kesediaan dokter (kan siapa tahu jadwal beliau padat) untuk SC besok di tanggal 4 apakah bisa. Alhamdulillah ternyata bisa dan malam itu juga saya langsung cek darah dan swab.
Keesokan paginya, saya usahakan terakhir makan sekitar jam 8 pagi karena rencana SC siang. Sampai di RS sambil urus administrasi dan nunggu kamar dapat kabar SC ditunda ke sore. Jadi saya putuskan buka puasa dulu karena lapar, hehe.. kita berdua makan di salah satu warung lamongan dekat RS.
Alhamdulillah setelah makan siang di luar, saya balik ke RS langsung masuk kamar, lanjut puasa lagi, sambil nunggu waktunya SC. Mulai pasang infus, cek ini dan itu. Saat sore tiba, dokter visit dan mengatakan SC diundur ke malam dan saya diminta buka puasa aja dulu (makan) biar ga lemes. Jujur saat itu uda males mau makan, karena gugup dan rasanya ga tenang karena belum kelar. Tapi untuk menjaga stamina, mau ga mau ya cuma makan 3 kurma, minum air putih, dan sepotong kecil kue.
Tiba-tiba sekitar satu jam setelah makan tadi, saya ditanya sudah makan apa aja, karena ternyata bisa SC langsung di jam itu. Jadilah saya langsung siap-siap untuk SC dengan sedikit terburu² (maaf ya ini kesan yang saya rasakan). Saat itu juga test alergi dan langsung diantar masuk ruang operasi.
Diantara tiga anak yang ketiganya SC, ini yang cukup berat. Mulai dari suntik anestesi sampai 2x kalau gak salah, karena saya merasakan jarum nusuk di bagian belakang sebanyak 2x, mungkin karena yang pertama saya bergerak nahan sakit, makanya diulang. Padahal dokter yang nyuntik masih sama saat SC kelahiran anak kedua (saat itu ga ada rasa sakit sama sekali). Entahlah, apa karena saya yang terlalu gugup jadi rasanya lebih sakit.
Saat anestesi mulai terasa efeknya, kebas di seluruh kaki sampai perut, napas agak sesak ya lagi-lagi mungkin karena terlalu gugup. Terasa kaki sampai perut mulai dibersihkan. Ternyata meski dianestesi, saya masih merasa agak ngilu sedikit dibagian bekas SC 6thn lalu, saya juga masih bisa merasa ada sentuhan dikaki yang rasanya kebas dan kesemutan itu. Tiba-tiba, dalam pikiran saat itu terbayang kematian. Dulu, saat memandikan jenazah ibu, saya diminta untuk pelan-pelan dan berhati-hati. Bibi saya berpesan untuk memandikan jenazah dengan lembut, karena orang yang meninggal masih bisa merasakan sakit dari sentuhan yang kita berikan. 'oh, mungkin begini ya kalau orang meninggal, badan ga bisa gerak tapi masih terasa sentuhan bahkan ngilu di bagian tubuh yang disentuh kalau terlalu berlebihan' dalam hati saya bergumam demikian.
Kedua, moment saat bayi dikeluarkan MasyaAllah.. bayinya perlu didorong supaya mau keluar, itu rasanya sampe susah napas, bisa dibilang sampe ingusan, tiba² pilek aja selesai itu. Terpaksa didorong supaya robekan diperut gak perlu diperlebar, karena bisa lebih lama pemulihannya.
Setelah bayi lahir, rasanya cuma happy walau sebenernya udah gak karuan. Saya sempat ditanya dokter mual gak karena jam puasa yang mungkin gak biasa, saya bilang mual, tapi ternyata karena cairan infus yang terlalu cepat bukan faktor puasa yang cuma kurleb sejam. Setelah aliran cairan infus disesuaikan, mual dan pusing hilang seketika.
Selesai SC, saya diantar ke ruang observasi. Selama kurang lebih satu jam di sana, obat anestesi pun sedikit demi sedikit mulai menghilang. Rasanya Allahu Akbar, menggigil, ngilu, perih, campur aduk jadi satu. Menggigil tingkat dewa, sampai² gigi gemletuk saling berbenturan. Tapi masih saya coba kendalikan dengan mengingat wajah sii bayik yang barusan lahir.
bersambung...
https://syifaachyar.blogspot.com/2022/03/pengalaman-sc-ke-3-yang-direncanakan.html
Hamil Ketiga yang diRencanakan
Kehamilan adalah perencanaan bersama antara suami istri. Bukan atas dasar keinginan pribadi atau sepihak. Oleh karenanya, setiap ibu hamil harus memiliki support system yang satu visi misi sama selama kehamilan bahkan sampai melahirkan. Dukungan bukan hanya sekedar kata-kata maupun materi tetapi melingkupi semua yang dibutuhkan ibu selama 9 bulan masa kehamilan.
Tidak ada kehamilan tanpa rencana, selama hubungan suami isteri berjalan dengan baik dan dilakukan secara sadar maka jika akhirnya terjadi kehamilan itu sebuah anugerah yang patut disyukuri. Setiap ruh yang ditiupkan pada janin oleh Allah SWT dalam perut seorang perempuan, itu artinya ia dipercaya mampu menjaga, merawat dan membimbing seorang anak.
Saya memutuskan untuk memiliki anak ketiga dengan niat pertama melakukan tindakan melepas alat kontrasepsi IUD pada bulan November 2019. Karena berpikir sudah mwncapai masanya IUD dilepas setelah 5 tahun bersama. Alhamdulillah selang 5 bulan setelah melepas IUD, saya kembali hamil.
Setiap kehamilan ada tantangan tersendiri. Meskipun terbilang sudah hamil 2 kali sebelumnya, namun kehamilan ketiga ini seperti kembali hamil pertama. Pasalnya, saya tidak pernah merasa seberat ini saat hamil. Mulai dari mual, muntah, tidak berselera makan apapun, sembelit hingga sakit nyeri sendi dan tulang di beberapa bagian tubuh. Bahkan menjelang trimester akhir, rasanya sulit untuk bisa tidur dengan nyenyak.
itulah mengapa ibu hamil tidak hanya membutuhkan asupan gisi yang komplit guna memenuhi kebutuhan janin, tapi juga dukungan moril untuk menjaga perasaan dan mental si ibu agar tetap dalam kondisi bahagia. Tapi namanya manusia, pasti tidak terlepas dari rasa yang kurang menyenagkan seperti sedih dan kecewa. Karena itu, ibu hamil juga perlu mendekatkan diri lebih dekat lagi kepada Allah SWT agar selalu terlindungi dari hal-hal buruk yang tidak diingini.
Menjalani kehamilan ketiga dengan lancar meski beberapa keluhan seperti yang telah diceritakan sebelumnya adalah hal yang wajar. Mungkin sebagian besar ibu hamil memiliki keluhannya masing-masing. Persiapan kelahiran pun sudah dipikirkan saat hamil, mengingat ini adalah kehamilan ketiga pasca dua kehamilan dengan kelahiran secar sebelumnya. Banyak kekhawatiran yang terlalu dipikirkan sehingga saya kurang rileks selama trimester akhir menjelang kelahiran. Walau bagaimanapun, apapun pilihan metode kelahiran tetap harus dilalui dengan mental yang kuat.
Kehamilan ketiga artinya menjadikan anak pertama sebagai seorang kakak dengan dua adik dan anak tengah menjadi seorang kakak dengan satu adik. Agar anak-anak memahami bahwa kasih sayang orang tua tidak akan berkurang meski ada tambahan anggota baru, saya selalu mendekatkan mereka meski adiknya masih dalam kandungan. Caranya dengan mengajak mengobrol bersama, diskusi bersama, dan memberikan kesempatan kedua kakaknya untuk menyalurkan rasa sayang terhadap sang adik dalam perut.
Begitu banyaknya kebutuhan selama hamil mulai dari kondisi ibu baik secara fisik maupun psikis, persiapan melahirkan, lingkungan keluarga inti yang saling mendukung, dan masing-masing anggota keluarga yang perlu diberikan pemahaman bahwa bertambahnya anggota keluarga merupakan kebahagiaan bersama.
Semangat untuk semua ibu hamil di manapun berada, semoga Allah SWT mudahkan dan mampukan setiap tantangan dengan hadirnya rasa sabar yang besar.
Barakallahufiikum.
Thursday, February 3, 2022
Kisah MENIKAH
Menikah
Jangan lakukan
hanya karena CINTA
Jangan langsungkan
hanya karena takut kehilangan
Karena MENIKAH lebih
lebih dari sekedar hidup bersama
MENIKAH butuh MENTAL yang SEHAT
RASA yang tajam
SABAR yang tak berbatas
MAKLUM yang banyak
MENIKAH harus SIAP di segala lini tanpa TAPI
Friday, March 5, 2021
CARA ASYIK MENDONGENG BERSAMA ANAK
Kesukaan Anak
Ada empat hal yang sangat disukai oleh anak-anak, yaitu bermain, dongeng, hadiah dan kejutan. Keempat hal tersebut tidak akan ditolak oleh anak, bahkan memungkinkan ketagihan ingin selalu diulang. Sebagai orang tua tentu menginginkan dari semuanya bisa terpenuhi. Akan tetapi, tak jarang orang tua kesulitan dalam menyampaikan dongeng kepada anak-anak karena berbagai faktor, seperti pemilihan tema, ide cerita, dan cara mendongeng yang terkesan membosankan bagi anak.
Mendongeng identik dengan imajinasi atau khayalan yang berada di luar logika. Namun, bagi anak-anak dongeng menarik seperti ada dalam kehidupan nyata yang bisa diterima oleh logika. banyak manfaat yang diperoleh melalui dongeng, seperti imajinasi juga kreativitas anak menjadi lebih berkembang dan beragam. Selain itu, dapat mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kritis. memperkuat kemampuan verbal seiring dengan meningkatnya kemampuan mendengar dan menyimak. Tak kalah penting melalui mendongeng bisa sembari mengajarkan tentang perilaku beserta konsekuensinya tanpa menggurui anak.
Sebelum mendongeng, orang tua perlu melakukan persiapan, sebagai berikut :
1. Tentukan tujuan
Tujuan mendongeng sangat penting agar bisa dikembangkan menjadi sebuah alur cerita yang menarik.
2. Tentukan waktu
Tidak ada batasan waktu untuk mendongeng. Setiap keluarga tentu memiliki quality time yang berbeda. Karena itu, mendongeng bisa dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan bersama.
3. Sepakati media yang akan digunakan
Media tidak harus ada dalam mendongeng karena sifatnya hanya sebagai pendukung agar anak lebih mudah memahami alur cerita. Namun, media bisa juga disederhanakan dengan menggunakan anggota tubuh si pendongeng yang memerankan tokoh dengan maksimal.
4. Sepakati pembagian peran
Jika ada dialog dengan beberapa tokoh, anak bisa dilibatkan sebagai salah satu tokohnya. Jikalau pun tidak, anak bisa diajak interaksi dengan si tokoh di beberapa sesi saat dongeng berlangsung.
5. Tentukan lagu jika perlu disisipkan
Lagu ini berguna seperti ice breaking jika dalam forum diskusi orang dewasa. Kegunaannya pun sama, agar yang menikmati mendongeng tidak bosan dan bisa sebagai penguat tujuan dari dongeng yang disampaikan. Tidak masalah jika tidak ada lagu dalam dongeng.
Apabila kelima persiapan tersebut sudah dipersiapkan, maka saatnya memulai untuk mendongeng bagi orang tua. Ada 3 aspek penting dalam membawakan dongeng bersama anak, yaitu komunikasi, intonasi, dan ekspresi. Ketiga aspek sederhana ini hanya perlu pembiasaan karena pada dasarnya setiap orang pasti bisa melakukannya. Komunikasi, setiap orang yang bisa berkomunikasi dipastikan bisa menyampaikan dongeng.
Intonasi berguna untuk perbedaan saat menyampaikan latar atau deskripsi situasi dalam dongeng dan dialog antar tokoh. Intonasi juga bisa berguna sebagai pendukung ekspresi si tokoh, seperti sedih, marah, takut, gembira, dan lainnya. Ekspresi membutuhkan raut wajah atau mimik muka yang sesuai dengan keadaan si tokoh apabila peran tokoh tersebut diperagakan langsung oleh orang tua. Akan tetapi, jika menggunakan media lain seperti wayang, boneka, maka ekspresi tak perlu diperagakan oleh orang tua. Cukup dengan intonasi yang maksimal dan sesuai keadaan si tokoh.
Meskipun mendongeng memerlukan keterampilan yang berkaitan dengan komunikasi atau bahasa lisan, tapi tidaklah sulit apabila konsisten dilakukan bersama anak-anak. Pada awalnya mungkin saja terbentur dengan keterbatasan ekspresi misalnya atau kurang lihai untuk memainkan intonasi. Beberapa faktor tersebut tak dapat dipungkiri akan ditemui oleh orang tua yang baru memulai mendongeng bersama anak. Apabila konsisten mendongeng dilakukan, maka akan dengan sendirinya bisa lancar, mengalir karena sudah terbiasa.
"Dongeng yang disampaikan dengan kesungguhan mampu bertahan dalam memori anak hingga ia dewasa dan menua."
Mendongeng bersama anak adalah kesempatan bagi orang tua untuk menyampaikan banyak hal. Maka dari itu, mendongeng perlu dilakukan dengan bahagia agar apapun yang disampaikan dapat diterima oleh anak dalam keadaan yang sama. Mendongeng bisa menjadi kenangan anak saat ia dewasa dan tentunya mendekatkan hubungan keluarga.
salam
-sA-
Sunday, February 7, 2021
MENDONGKRAK MINAT BACA ANAK DENGAN MENDONGENG
Apa itu minat?
Sebelum berbicara tentang minat baca, ada baiknya jika kita menyamakan persepsi tentang minat terlebih dahulu. Pengertian minat dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Bisa diartikan juga keinginan atau gairah.
Witheringtone dalam buku manajemen penelitian dengan penulis Suharsimi Arikunto mengemukakan bahwa minat adalah kesadaran seseorang bahwa suatu objek, seseorang, suatu soal atau suatu situasi yang mengandung sangkut paut dengan dirinya.
Seseorang yang sudah memiliki minat akan berusaha untuk mewujudkan suatu aktivitas yang sudah menjadi minatnya. Aktivitas yang diminati akan menjadi sebuah kesenangan tanpa ada rasa bosan meskipun dilakukan secara berulang. Ketika minat sudah muncul maka akan sangat sulit menghilangkannya karena sifat dari minat yaitu tetap.
Pengertian minat baca
Dongeng adalah salah satu metode yang bisa dilakukan oleh orang tua saat di rumah. Tidak perlu menggunakan teknik seperti ahli pendonegng, cukup perhatikan intonasi dan ekspresi dengan tepat, maka dongeng bisa dilakukan. Media dongeng tentu saja beragam, namun jika ingin menstimulasi minat baca anak, sebaiknya gunakan buku. Berikan anak pilihan beberapa buku untuk dibacakan menggunakan metode dongeng oleh orang tua. Mengapa harus buku pilihan anak? Tentu agar anak-anak antusias mendengarkan karena rasa penasarannya.
Berikut beberapa yang harus diperhatikan saat mendongeng menggunakan buku :
1. Memilih waktu yang tepat, sebaiknya tidak saat akan tidur karena menggunakan buku.
2. Atur posisi nyaman anak dan orang tua. Disarankan untuk duduk, bisa berhadapan, melingkar, atau anak duduk dipangkuan.
3. Biasakan dimulai dari membaca judul, mengenalkan penulis, ilustrator dan penerbit yang tercantum di buku tersebut agar anak-anak mengenal bahwa buku ini hadir karena ada penulis, ada yang membuat gambar-gambar menarik. dan penerbit yang menyetak buku tersebut sehingga layak diperjual belikan.
4. Gunakan ekspresi yang berbeda sesuai dengan tokoh yang diperankan. Sesekali tidak mengapa menunjukkan ekspresi tersebut dengan menunjukkan tokoh yang dimaksud dalam buku.
5. Mainkan intonasi berdasarkan kondisi tokoh atau lingkungan yang digambarkan dalam buku cerita tersebut. Adakalanya intonasi rendah dan tinggi atau berbisik bisa disesuaikan.
6. Jangan lupakan jika membacakan anak buku cerita menggunakan metode mendongeng tetap tunjuk kata per kata yang sedang dibaca menggunakan telunjuk.
7. Buka halaman demi halaman dengan santai dan tidak melepaskan diri dari cerita yang tengah dibacakan. Misalnya bisa dengan menambahkan kalimat sendiri, "wah apa yang terjadi?" (sambil membuka halaman berikutnya).
8. Usahakan konsisten menjalankan setiap poin yang sudah disampaikan setiap membacakan anak buku cerita.
Proses ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Stimulasi dari orang tua dalam menumbuhkan minat baca anak perlu didukung oleh faktor seberapa besar komitmen dan konsisten yang bisa orang tua melakukan metode ini. Selamat mencoba!
-sA-
Friday, January 22, 2021
JUST KEPT SILENT!
DIAM BUKAN BERARTI PENDIAM : Ini Alasan Mengapa Seseorang Diam!
Tidak semua orang diam adalah pendiam. Ada faktor yang melatarbelakangi keduanya. Karena pendiam adalah sifat yang tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan bergantung pada situasi. Seseorang yang memiliki sifat pendiam tidak selalu hadir dari seorang yang introvert dalam arti tidak suka bersosialisasi dan cenderung menyendiri.Justru terkadang orang dengan sifat pendiam memiliki empati yang besar dan mampu menjadi pendengar atau tempat curhat yang asyik.
Alasan seseorang menjadi pendiam sebagai berikut :
1. Pendiam karena rasa takut yang berlebihan. Tipe pendiam yang satu ini relatif memikirkan dampak yang akan ia terima jika ia berbicara. Rasa takut disalahkan atas ucapannya yang terlalu besar, sehingga membuat dirinya memilih untuk diam. Biasanya. rasa takut itu muncul karena pengalaman yang pernah ia peroleh sebelumnya. Ada kecenderungan di mana ia pernah disudutkan hanya karena ucapannya yang dianggap menyinggung lawan bicara. Pengalaman memang guru terbaik, namun bisa menjadi trauma berkepanjangan saat tak siap dan mampu mengelolanya dengan tepat.
2. Pendiam karena ingin berhati-hati. Sikap waspada ini cenderung dimiliki oleh orang-orang yang sering menggunakan pikirannya terlebih dahulu sebelum bertindak. Seseorang yang sangat hati-hati biasanya ia memiliki sifat sabar karena mampu menahan diri sebelum mengambil keputusan, termasuk memutuskan memberikan pendapat berupa kata-kata maupun tindakan.
3. Pendiam karena tidak suka keramaian. Tipe pendiam yang satu ini lebih dikenal dengan sebutan introvert. Cirinya adalah lebih suka menyendiri dengan aktivitas pribadi dan jarang berbaur. Namun, bukan berarti tipe pendiam yang satu ini benci dengan pergaulan. Mereka bisa bergaul hanya saja dalam lingkup yang kecil atau private. Jika dihadapkan dengan lingkungan yang besar dengan banyak orang akan cenderung berbicara seperlunya atau bahkan hanya sering tersenyum dibanding bicara.
4. Pendiam karena lawan bicara lebih pintar atau banyak bicara. Dua alasan berbeda tapi sulit dibedakan. Terkadang orang menjadi pendiam karena lawan bicara yang memiliki wawasan luas melebihi dirinya, apalagi jika hal yang dibicarakan memerlukan teori dan informasi lebih rinci. Namun, ada juga yang merasa bahwa lawan bicaranya terlalu berlebihan dalam berbicara sehingga ia tak memiliki kesempatan untuk bicara. Tak jarang yang menjadi lawan bicara membantah atau sengaja membandingkan dengan kelebihan dari apa yang tengah dibicarakan.
baca juga : https://syifaachyar.blogspot.com/2020/11/parenting-tips-5-menjadi-teladan-anak.html
Hal yang perlu diingat adalah pendiam bukan perilaku buruk. Sesekali menjadi pendiam bukanlah kesalahan. Selama menjadi pendiam tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, it's okey. Ada kalanya pepatah mengatakan "diam adalah emas" itu benar adanya. Agar seseorang mampu bersabar dan menahan diri untuk berbicara sesuai kapasitas serta kondisi yang dihadapi. Lebih baik diam daripada menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya.
-sA-
Tuesday, January 19, 2021
just PROUD to be YOUR SELF!
Pernah nggak sih mengalami insecure? Jujur! hehehe ....
Insecure lekat dengan perasaan seseorang yang sedang rendah diri. Apa penyebabnya? Yuk, simak ulasan singkat berikut ini.
Sebagian besar perempuan pernah mengalami kemunduran rasa percaya diri dalam hidupnya. Merasa orang lain lebih mampu, lebih ahli, ya pokoknya lebih dari segalanya. Sedangkan dirinya? Apalah daya semua kemampuan yang sebenanrnya dimiliki seolah tak berarti apa-apa.
Krisis kepercayaan diri biasanya muncul karena diperburuk oleh stigma lingkungan dengan perbandingan kemampuan antara perempuan satu dengan lainnya. Tak jarang bahkan yang usianya lebih tua menganggap dirinya lebih berpengalaman dan tanpa disadari merendahkan mereka yang baru mulai menjajaki tahap tersebut. Apalagi jika ditambah dengan intervensi serta tuduhan yang sama sekali tidak menggambarkan dirinya yang sebenarnya. Lingkungan tersebut tidak hanya membuatnya menjadi pribadi yang tidak percaya diri, melainkan lambat laun dapat merusak kesehatan mentalnya juga.
Satu-satunya kunci agar bisa melalui kondisi tersebut adalah bersyukur. Dalam bersyukur kita menghargai sekecil apapun yang telah dimiliki. Kita akan merasa berharga tanpa perlu melihat sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Karena yang prioritas utama adalah diri sendiri terlebih dahulu. Seberapa besar kita menghargai diri sendiri, seberapa berharganya diri kita untuk kita sendiri.
Tak hanya itu, belajar juga untuk bersyukur atas segala yang tidak atau belum dimiliki. Percaya bahwa Allah sebaik-baik pemberi dengan tidak menaruh keraguan sedikitpun. Karena selama tidak bisa menghadirkan syukur tersebut, maka selama itulah kegelisahan dan rasa kurang selalu hadir dalam setiap elemen hidup.
Terkadang hal sederhana itulah yang terlupa oleh kita sehingga menjadikan kita pribadi yang rendah diri. Maka dari itu, mulailah mengenali diri. Karena sejatinya, setiap insan di muka bumi memiliki kelebihan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Lantas tugas insan adalah menggali dan menyelami diri agar lebih mengenal serta paham untuk apa ia diciptakan di dunia. Fokus pada kelebihan bukan berarti melupakan kekurangan. Belajar menata, mengelola dan membimbing diri agar keduanya selaras. Bersyukur atas dua hal berbeda yang kiranya pasti Allah hadirkan untuk melengkapi hidup kita.
"Milikilah hati yang lapang, agar mampu menampung rasa syukur lebih banyak dan mulailah untuk menghargai setiap hal kecil yang telah dimiliki tanpa harus memaksakan diri demi sebuah ungkapan puja puji."
-sA-
Thursday, January 14, 2021
Blogger WannaBe
Alasan Kenapa Harus Jadi Blogger???
Blog ini lahir entah tahun berapa tepatnya, mungkin sekitar tahun 2016 atau 2017. Saya lupa karena seingat saya dulu blog ini hadir melalui sebuah aplikasi. Saat itu, saya install aplikasi blog dari playstore tanpa tahu bagaimana mengoperasikannya. Lucu bukan? Saya termotivasi oleh teman masa sekolah menengah atas yang membuat tulisan di website tentang kelas kami. Bagi yang hendak menengok seperti apa website tersebut, silahkan berkunjung ke laspati07.wordpress.com aja. Saya sangat excited karena merasa sepertinya keren saat website tersebut bisa diakses melalui google. Jangan ketawa guys! hihiihi .... (Ku merasa norak dulu, huhuu ....).
Karena tak kunjung tahu bagaimana memulai nulis di blog, akhirnya saya memutuskan untuk download aplikasi google drive. Saya mulai nulis di sana. Pada dasarnya saya suka sekali menulis apapun yang terlintas di kepala. Saya merasa enjoy dengan google drive yang bisa kapanpun dan di mana saja bisa saya pergunakan untuk menulis.
Pertama kali saya baru mulai nulis di blog ini sekitar tahun 2019 dan itu pun tidak saya atur untuk publish. Alasannya, karena tulisan itu belum rampung dan masih membingungkan. Saya sempat berpikir blog itu sepi, tak ada komunikasi antar penggunanya. Tidak seperti media sosial lainnya, kita bisa saling berteman dan menyapa. Walau saat ini tulisan pertama sudah tidak ada, karena saat ingin melanjutkan tulisan tersebut, saya sudah lupa saat itu ingin menulis apa, hahaha ....
Singkat cerita, tibalah masa pandemi yang memaksa saya untuk lebih banyak lagi di rumah. Ada satu kondisi di mana media sosial itu toxic untuk kesehatan mental saya. Berawal dari itulah, akhirnya saya memutuskan untuk menulis di blog. Saya menahan diri untuk tidak membuka media sosial yang memiliki banyak koneksi pertemanan, terkecuali untuk sarana belajar. Saya pun mulai jarang posting tulisan di media sosial tersebut. Saya berpikir untuk mulai beralih ke blog mencari suasana baru yang lebih fresh.
Tepat di tahun 2020 saya berani mempublikasikan tulisan di blog untuk kali pertama. Ternyata setelah menulis di blog, saya merasa lebih baik. Walaupun saya masih meraba 'rasa' karena blog ini wahana baru bagi saya yang belum paham seluk beluknya. Banyak hal yang ingin saya ketahui dan pelajari di blog ini. Bahkan untuk sekedar pengaturan blog pun, saya masih mencoba-coba. Mohon dimaklumi ya, jika masih belum rapih dalam pemilihan tema dan pengaturan lainnya.
Tulisan di blog ini juga belum banyak, apalagi terstruktur. Saya ingin mendalami blog agar bisa memanfaatkan media ini dengan sebaik mungkin. Saya juga ingin belajar dan berlatih menulis dengan keadaan yang lebih baik melalui blog. Semoga kelak blog ini bisa menghasilkan lebih banyak kisah dan informasi yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
-sA-
-bloggerwannabe-
Wednesday, January 6, 2021
a HALF of ME
Aku, untuk pertama kalinya mengijakkan kaki di bumi Borneo. Tepatnya Kalimantan Timur. Tak pernah kusangka bahwa aku harus melewati tantangan yang cukup berat. Jika mengingat masa adaptasi awal, tak jarang aku mendapati momen yang mampu membasuh kembali pipiku yang kemarau. Bukan karena hati yang terluka, atau maaf yang tak pernah hadir, hanya saja trauma itu cukup membekas. Apalagi trauma itu aku bawa mau tak mau hingga hari ini.
Aku saat gadis adalah seorang yang ceria. Kesibukan yang paling aku sukai adalah baca buku, komik, atau berada di depan layar laptop, ngetik, nulis, sambil dengerin musik. Semua itu jelas berubah, saat predikatku tak lagi berjalan seorang diri di kehidupan ini. Ada tanggung jawab baru, mengemban 2 predikat baru sekaligus dalam waktu berdekatan. Oh iya, dulu hobi masa gadisku saat itu adalah bercermin. Ya, aku selalu mengagumi dan bersyukur atas karunia yang Allah SWT berikan. Walau banyak yang mengatakan aku terlalu kurus, tapi aku punya modal jika terjun ke dunia modelling. Sayang, dunia itu tak bisa aku raih karena tentu tak ada dukungan. Tapi lumayan lah pernah menjajal icip dua kali jalan ala catwalk di atas panggung, wkwk.
Kehidupanku berubah, saat aku diuji oleh-Nya dengan sesuatu yang tak kembali seperti dulu lagi. Aku mencoba 'menerima' ketetapan yang diberikan sebagai penebus segala khilafku di masa lalu. Meski sudah 7 tahun berlalu, aku mulai perlahan merasakan bahwa "aku baik dan tak lagi merasa apapun". Tak dapat dipungkiri saat diri menatap layar datar bernama cermin, aku seperti merasa ada sesuatu yang berbeda. Apalagi jika aku mulai berfoto, selfie dan bahkan bicara. Aku berbeda. Ada yang tak kusuka di sana, sesuatu yang tak ku sangka akan menemani entah sampai kapan.
Berawal dari keterbatasanku dalam merawat seorang bayi, kekuranganku dalam mengelola perasaan yang berlebih, ketidakmampuanku menjadi 'ibu baru" untuk anak pertamaku. Semua itu menyatu, bergulir dalam diriku sendiri tanpa kutemukan solusinya. Rasa rendah diri, serba gak tahu, gak bisa, dan semua pikiran negatif yang menjerumuskan diri ke dalam jurang sedalam-dalamnya. Beruntungnya, aku punya keluarga yang sangat support untuk semua hal, lahir dan batin. Meski mereka sangat jauh terpaut oleh jarak, tapi mereka tak lelah membantuku, menarik lenganku agar tak jatuh lebih dalam dan menemukan gelap. Mereka seperti seberkas cahaya yang kerap menuntunku kembali menemukan cahaya yang lebih terang.
Ingin rasanya ku tuliskan semua yang terjadi secara rinci. Tapi aku sudah lupa bagaimana rasanya, karena syukur itu telah menutupi segala luka, sedih, kecewa dan takut yang aku rasa. Tersisa trauma yang selama ini aku coba untuk sembuhkan. Belum berhasil karena tentu saja memerluka proses panjang, mungkin seumur hidup.
Sejujurnya saat ini yang ku khawatirkan adalah bagaimana orang lain meresponku. Karena jika merka tak pernah tahu apa yang pernah menimpaku bisa saja salah paham. Sebab apa yang aku tampilkan seperti bukan keramahan. Apalagi jika mereka hanya menangkap sisi yang sebenrnya ingin ku sembunyikan saja. Lagi-lagi aku belajar berbesar hati dan mengesampingkan "apa kata orang" tentang aku.
Tak banyak yang tahu kisah itu, pun aku tak pernah membahas dengan siapapun hanya karena tak ingin menguak kembali hal yang menurutku sudah berlalu. Harapanku satu saat orang-orang baru datang di kehidupanku semoga mereka tak pernah menanyakan itu. Walau aku yakin, sebagian mereka yang bergerak di dunia medis pasti paham jika memandangku dengan seksama.
baca juga : https://syifaachyar.blogspot.com/2020/11/pura-pura-lupa.html
Kini hampir 9 tahun sudah ku lewati dengan penuh lika-liku. IKhlas, ikhlas, oh ternyata bukan perkara yang mudah. Namun aku percaya bahwa aku mau bisa. Setahun terakhir aku sering mengunjungi laman media sosial seseorang yang membuatku termotivasi untuk beraktivitas dengan kesungguhan. Dia bilang, "seharusnya tidak ada yang tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau", karena bisa itu diawali dengan mau, karena mau mampu membulatkan tekad sehingga menjadi bisa. Aku tak mau terus berlarut dengan perkara yang sama.
Pesanku pada semua yang mengenalku, jangan sekalipun melihatku hanya dari satu sisi saja. Karena mungkin bisa kecewa, tapi lihatlah aku secara utuh dari segala penjuru, agar dapat lebih mengenalku sebelum melabeliku dengan sesuatu yang mungkin saja keliru. Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan dari diriku selama kita saling mengenal. Semoga Allah SWT meridhoi dengan keberkahan yang berlimpah untuk hidup dunia dan akhirat mu juga aku.
-sA-
-
Alasan Kenapa Harus Jadi Blogger??? Blog ini lahir entah tahun berapa tepatnya, mungkin sekitar tahun 2016 atau 2017. Saya lupa karena seing...
-
Kehamilan adalah perencanaan bersama antara suami istri. Bukan atas dasar keinginan pribadi atau sepihak. Oleh karenanya, setiap ibu hamil h...
-
SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT Penulis : Mark Manson Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia Cetakan XXXII Desember 2019 Pertama...









