Search This Blog

Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, June 17, 2022

Terlahir dengan Takdir Berbeda

Setiap diri kita adalah istimewa

Kita semua makhluk pilihan

Tanpa harus membandingkan tantangan yang dijalani diri dengan yang lain

Karena sudah pasti tepat sesuai porsinya

Allah SWT tahu kesanggupan seluruh makhluk-Nya



Jangan menilai ujian kita lebih berat dari yang lain

Begitu pula sebaliknya

Jangan mengkerdilkan diri

Merasa rendah hanya karena ujian yang tak sama

Percayalah apa yang menghampiri adalah takdir terbaik dari-Nya



Kita tidak pernah tahu dibalik senyum seseorang

Pun kita tak akan bisa memahami dibalik tawa orang lain

Mungkin ia tengah menutup rapat kesedihannya

Menahan diri untuk tidak mengumbar kesulitan hidupnya

Bisa jadi ia tengah sibuk membangun ketegaran hati yang sebenarnya rapuh


Tidak satu pun hidup tanpa ujian

Tidak ada hidup tanpa tantangan

Masing-masing dari kita menjalankan peran

Peran yang tak sama

Jalan hidup yang jelas berbeda

Meski dengan tujuan sama

Kembali ke pangkuan-Nya

Dengan sebaik perbekalan yang kita punya




Tuesday, March 2, 2021

My Love


Aku mencintaimu pertama kali

Bukan karena fisikmu

Karena aku tak pernah tahu dengan pasti seperti apa rupamu

Bukan pula karena hartamu

Karena aku tak pernah menerima sepeserpun darimu


Tapi aku tahu dengan pasti ketulusanmu menyapaku

Kebaikanmu menggenggam erat masalahku saat itu

Caramu memperlakukanku dengan lebih banyak diam agar ketenangan menghampiriku


Meski tanganmu tak menyentuhku

Apalagi dekap hangat tubuhmu tak kurasa karena jarak memisahkan kita kala itu


Tapi aku tahu “baik hatimu” yang terpendam

Memancarkan sinarnya untukku saat aku membutuhkannya

Sampai hari ini sampai detik ini

Aku percaya

Masih ada banyak kebaikan yang belum aku gali darimu

Sabar adalah teman bersamamu

Kebaikan dan ketulusan tanpa pamrih itu


Tuesday, September 25, 2018

puisi "Cukup"


cukupkan aku dengan semua karunia-Mu

cukupkan aku dengan keberkahan dari-Mu

cukupkan aku dengan kasih sayang-Mu

cukupkan aku dengan segala bentuk teguran dari - Mu

cukupkan aku dengan banyaknya perhatian-Mu

cukupkan aku dengan ridho dari - Mu

cukupkan aku dengan hidayah yang datang dari -Mu

cukupkan aku agar bisa bersandar pada-Mu

cukupkan aku agar bisa berjalan tetap di jalan-Mu

cukupkan aku agar bisa melewati batas usiaku dengan diiai hanya tentang-Mu hanya untuk -  Mu

cukupkan hatiku untuk dapat selalu mencintai-Mu menaati perintah-Mu mengabdi pada-Mu

cukupkan hidupku hanya dengan-Mu

tiada selain Engkau ya Rabb..


Wednesday, July 25, 2018

Puisi "Trauma"

 TRAUMA


beda dengan dendam

bukan pula memendam

apalagi kemarahan

ia hadir . . .

saat sebuah keadaan

mampu menorehkan lebih dari sekedar

luka dan kesedihan

melampaui rasa khawatir yang dimiliki sebelumnya

semua rasa itu . . .

menyatukannya, memaksanya bergulung menjadi satu tanpa ampun

oleh karenanya . . .

trauma. . .

tak dapat disembuhkan hanya sesaat

bahkan bertahun

apalagi bila ditambah dengan kehadiran trauma baru

tapi ia tersembunyi

sangat dalam

jauh didasar diri seseorang

yang akan muncul pada saat-saat “itu” mampu mengingatkannya kembali

pada peristiwa lama

trauma . . .

ketakutan besar yang tak akan pernah sanggup ia lewati kembali untuk diulang


Terlahir dengan Takdir Berbeda